blogblogblog

  • my blog :)

Selasa, 15 November 2011

HAKIKAT PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN

HAKIKAT PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
KEGIATAN BELAJAR 1

PENGERTIAN DAN CAKUPAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. HAKIKAT ANAK PERILAKU USIA 3-4 TAHUN
1. Definisi Perilaku
Perilaku adalah cerminan kepribadian seseorang yang tampak dalam perbuatan dan interaksi terhadap orang lain dalam lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, masa usia dini adalah masa yang peka untuk menerima pengaruh dari lingkungan.
2. Cakupan Perilaku Anak Usia Dini
Aspek-aspek pengembangan yang membantu mengembangkan perilaku anak adalah:
a. Moral
1. Definisi moral
- Moral berasal dari bahasa latin yaitu mores yang artinya tata cara kebiasaan, adat.
- Perilaku moral adalah perilaku sesuai dengan standar moral dari kelompok tertentu.
2. Konsep moral
- Terbentuk dari perilaku yang menjadi kebiasaan
- Konsep moral menentukan perilaku
3. Moralitas dalam arti yang sesungguhnya
- Lebih mementingkan pada kepentingan
- Perilaku yang sesuai dengan standar nasional
4. Tahapan perkembangan moral
- Menurut piaget
a. Tahapan realism moral
b. Tahap moralitas ekonomi
- Menurut kohiberg
a. Moralitas pra konvensional
b. Moralitas konvensional
c. Moralitas pasca konvensional
5. Fase perkembangan moral
- Perkembangan moral dipelajari dengan:
a. Coba &ralat
b. Pendidikan langsung
c. identifikasi
6. Tahap perkembangan agama pada anak
- Tahap ini terbagi menjadi 3 yaitu;
a. The fairy tale stage (tingkat dongeng)
b. The realistic stage (tingkat kenyataan)
c. The individual stage (tingkat individu)
7. Factor yang mempengaruhi sikap beragama
- Factor yang mempengaruhi sikap beragama ada 2 faktor yaitu:
a. Factor internal (factor jasmaniah, factor psikologis)
b. Factor eksternal(factor social, factor budaya)
8. Bentuk dan sifat agama pada anak
- Bentuk dan sifat agama ada lima bagian yaitu:
a. Unreflective
b. Egosentris
c. Anthromortis
d. Verbalis dan ritualis
e. imitatif
9. Perkembangan social merupakan suatu proses pemerolehan kemampuan untuk perilaku yang sesuai dengan keinginan diri seseorang.
10. Emosi sesuatu yang mendorong terhadap sesuatu / dengan perkataan emosi sebagai suatu keadaan penyesuaian diri.

KEGIATAN BELAJAR II
PENGERTIAN DAN CAKUPAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
Anak yang berada pada usia 3-4 tahun apabila ditinjau dari klasifikasi usianya maka termasuk kategori anak yang berada pada masa usia dini. Anak yang tidak mendapatkan lingkungan yang merangsang pertumbuhan otak/tidak mendapatkan stimulasi psikososial akan mengalami keterlambatan perkembangannya. Rangsangan stimulasi pendidikan harus diberikan untuk membantu anak mencapai tahapan perkembangan.
B. CAKUPAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN.
Cakupan kemampuan dasar anak usia 3-4 tahun meliputi pengembangan sebagai berikut:
1. Fisik
Kuhlen dan Thomson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik seorang anak meliputi 4 aspek yaitu:
1) System saraf di otak yang mempengaruhi kecerdasan emosi
2) Otot-otot yang meempengaruhi perkembangan motorik
3) Kelenjer endokrin yang mempengaruhi tingkah laku
4) Struktur tubuh /fisik meliputi tinggi proporsi
5) Di bawah ini adalah pengaruh kelenjer endokrin terhadap perkembangan manusia adalah:
1) Pituitary
2) Thyroid
3) Testes
4) Ovarium
5) Adrenal
2. Bahasa
Badudu menyatakan bahwa bahasa adalah alat penghubung/komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu yang menyatakan pikiran, perasaan, dan keinginan.
Bromley (1992) menyebutkan empat macam bentuk bahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis, membaca.
a. Kognitif
Kognitif diartikan sebagai kecerdasan/cara berpikir. Patmodewono, 2000 kognitif adalah mengenal cara berpikir dan mengamati.
Piaget membagi perkembangan kognitif dalam 4 tahap yaitu:
1) Tahap sensorimotor yang berlangsung usia 0-2 tahun
2) Tahap praoperasional yang berlangsung usia 2-7 tahun
3) Tahap operasional konkrit yang berlangsung usia 7-12 tahun
4) Tahap operasional formal yang berlangsung usia 12 tahun sampai usia dewasa
b. Seni
Pengembangan seni pada anak usia 3-4 tahun mengarah pad pelaksanaan kegiatan yang mengasikan. The art in education meliputi aspek:
1) Seni adalah dasar untuk berkomunikasi
2) Seni membantu membangun kreativitas anak
3) Seni memantu memahami pengetahuan lain
4) Melalui seni anak dapat mempelajari peradaban mansia.
Untuk melengkapi pembahasan di atas mengenai tugas perkembangan anak usia 3-4 tahun dalam aneka macam aspek perkembangan (fisik, motorik, bahasa, kognitif, moral adalah):
1. Mulai dapat bergiliran dan berbagi
2. Dapat bermain dengan anak lain
3. Senang berlari berkeliling
4. Dapat menghitung 2-3 benda
5. Senang memasangkan benda

MODUL 2
HAKIKAT PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
KEGIATAN BELAJAR 1
URGENSI DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. URGENSI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
Menurut Hurlock (1996), urgensi pengembangan kemampuan dasar anak usia 3-4 tahun sebagai berikut:
1. Hasil belajar dan pengalaman semakin memainkan peran dalam perkembangan usia
2. Dasar awal pengembangan kemampuan anak
3. Dengan bertambahnya usia, cirri bawaan yang tidak disukai.
B. PRINSIP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
1. Prinsip Pengembangan Kognitif
Minett ( 1994) mendeskripsikan bahwa pengembangan kognitif seorang anak yang telah berusia lebih dari satu tahun dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan pada anak untuk berbicara prinsip-prinsip pengembangan kognitif sebagai berikut:
Menyediakan banyak kesempatan bagi anak untuk mempelajari ketrampilan
Memberikan dukungan dan semangat ketika anak memerlukannya.
Katakana kepada anak apa yang terjadi dan bantu mereka merencanakan aktivitas
2. Prinsip Pengembangan Bahasa
Prinsip pengembangan bahasa antara lain;
a. Berbicaralah dengan melibatkan anak
b. Bacakan bacaan bercerita
c. Semangati anak menceritakan pengalamannya
d. Kunjungi perpustakaan secara teratur
3. Prinsip Pengembangan Fisik/Jasmani
Prinsip pengembangan fisik antara lain;
a. Rencanakan aktivitas fisik anak setiap hari
b. Ciptakan aktivitas harian yang mencakup banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi anak
c. Siapkan lingkungan outdoor
d. Siapkan beragam peralatan
4. Prinsip Pengembangan Seni
Prinsip pengembangan seni antara lain:
a. Terimalah anak sesuai dengan tingkat perkembangan
b. Sediakan lingkungan yang nyaman bagi anak
c. Sediakan peralatan yang layak dengan usia anak
d. Jailah sebagai fasilitator


KEGIATAN BELAJAR II
PENGEMBANGAN FISIK DAN SENI ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. PENGEMBANGAN FISIK
Pengembangan fisik motorik perlu dilakukan sejak dini karena masa 3-4 tahun merupakan masa yang paling ideal. Hurlock (1999) mengungkapkan lima alasan yaitu:
1. Tubuh anak lebih lentur dibandingkan tubuh remaja
2. Secara keseluruhan anak lebih berani pada waktu kecil daripada ketika mereka dewasa
3. Anak belum memiliki ketrampilan
4. Apabila remaja dan orang dewasa merasa bosan dengan pengulangan
5. Pada usia ini memiliki tanggung jawab yang lebih kecil
B. PENGEMBANGAN SENI
Pengembangan seni pada anak usia 3-4 tahun tidak menekankan pada bagaimana mempelajari seni itu sendiri.
Aktivitas menggambar merupakan salah satu aktivitas seni yang sangat menyenangkan bagi anak usia 3-4 tahun. Lowendfeld menyatakan bahwa anak usia 3-4 tahun telah memasuki tahap pra-bagan (pre-schematic). Selanjutnya cirri lainnya dalam tahapan pre-schematic adalah anak juga sudah dapat meniru bentuk persegi pada usia empat tahun.
KEGIATAN BELAJAR III
PENGEMBANGAN KOGNITIF DAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. PENGEMBANGAN KOGNITIF
Pengembangan kognitif merupakan perkembangandari pikiran (mind).
Howard gardner, seorang psikolog hardvard university berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa kecerdasan yang antara lain;
1. Kecerdasan linguistic (bahasa)
2. Kecerdasan logis-matematis(berpikir induktif)
3. Kecerdasan visual spasial (objek dan ruang)
4. Kecerdasan musical (nada dan ritme)
5. Kecerdasan kinestetis (berkomunikasi dan memecahkan masalah)
6. Kecerdasan intrapersonal (peka terhadap perasaan diri sendiri)
7. Kecerdasan interpersonal (peka terhadap perasaan orang lain)
8. Kecerdasan naturalistic (peka terhadap lingkungan alam)
9. Kecerdasan eksistensional (peka terhadap lingkungan kosmos)
Dogde (2002) mengemukakan bahwa tujuan pengembangan kognitif adalah sebagai berikut;
1. Belajar dan pemecahan masalah
2. Berpikir logis
3. Berpikir menggunakan simbol
B. PENGEMBANGAN BAHASA
Bahasa adalah alat komunikasi antar manusia dapat berbentuk lisan, tulisan/isyarat.anak usia 3-4 tahun menggunakan kemampuan bahasa khususnya kemampuan berbicara untuk melibatkan diri dalam sejumlah percakapan. Kebanyakan anak menggunakan bahasa untuk beresperimen, dan untuk mengucapkan syair.









MODUL III
HAKIKAT PENGEMBANGAN PERILAKU ANAK 3-4 TAHUN
KEGIATAN BELAJAR I
URGENSI DAN PRINSIP PENGEMBANGAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. URGENSI PENGEMBANGAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN
Anak usia 3-4 tahun perlu dikembangkan melalui bimbingan dari diri kita. Di bawah ini alasan diperlukannya bimbingan untuk anak usia 3-4 tahun yaitu:
1. Anak membutuhkan bimbingan agar merasa aman
2. Anak membutuhkan bimbingan untuk menjaganya agar tetap sehat
3. Anak membutuhkan bimbingan agar dapat mengembangkan kesadaran social
4. Agar dapat mengembangkan kesadaran konsep diri dan pengendalian diri
B. PRINSIP PENGEMBANGAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN
1. Prinsip pengembangan nilai moral Bruce (2000) mengungkapkan bahwa membantu anak mengembangkan nilai moralnya dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Merawat anak dengan penuh kasih sayang
b. Member kesempatan anak untuk berdiskusi
c. Menjelaskan suatu hal untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya tentang persoalan yang dihadapi
2. Prinsip pengembangan nilai agama
a. Ketahuilah bahwa tuhan memperhatikan kita
b. Percaya bahwa semua kehidupan berhubungan
c. Simak apa kata anak
d. Gunakan kata-kata dengan hati-hati
e. Izinkan anak untuk bermimpi
f. Berilah sentuhan keajaiban pada hal-hal biasa
g. Ciptakan peraturan daam struktur yang luwes
h. Jadilah cermin positif bagi anak
i. Lepaskan pergulatan yang menekan
j. Jadikan setiap hari sebagai awal yang baru
3. Prinsip pengembangan Sosial Emosional
a. Sadari perasaan sendiri dan perasaan orang lain
b. Tunjukkan empati dan pahami cara pandang orang lain atur dan atasi dengan positif gejolak emosional dan perilaku
c. Berorientasi pada tujuan dan rencana positif
d. Gunakan kecakapan social positif dalam membina hubungan

KEGIATAN BELAJAR II
PENGEMBANGAN MORAL, NILAI AGAMA, DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI AGAMA
1. Pengembangan Moral Anak Usia 3-4 Tahun
Piaget menyatakan bahwa anak dalam rentangan usia 4-7 tahun masih berada pada tahap realism moral (Heteronomous Morality). Dalam pemikiran anak, keadilan dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak boleh berubah, yang lepas dari kendali manusia.
Sedangkan menurut Kolhberg, anak berada dalam tahap moralitas prakonvensional. Perilaku anak pada tahap ini masih tunduk pada kendali dari luar dirinya.disini ada 2 subtahapan, yaitu: perilaku anak masih berorientasi pada kepatuhan dan hukuman dan anak mulai melakukan penyesuaian terhadap harapan untuk memperoleh penghargaan.
2. Pengembangan Nilai Agama Usia 3-4 Tahun

a. Tahap dongeng
b. Tahap kenyataan
c. Tahap individual
B. PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL
1. Pengembangan Sosial
Perkembangan social pada ana prasekolah ditandai dengan:
a. Anak memiliki preferensi social
b. Mulai mengembangkan potensi social
c. Menurut Erik Erikson (1920-1994) anak berada dalam tahap prakarsa/inisiatif dan raa bersalah
2. Pengembangan Emosional
Hurlock mendeskripsikan anak-anak pada masa kanak-kanak awal (3-5 tahun) cenderung menunjukkan emosi, seperti marah, takut, cemburu, iri hati, sedih, takut, ingin tahu, kasih sayang, gembira.



MODUL 4

STRATEGI UMUM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR DAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN

KEGIATAN BELAJAR I

KURIKULUM TERINTEGRASI DAN PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN

A. KURIKULUM TERINTEGRASI
Kurikulum terintegrasi bertujuan untuk membuat suatu kurikulum yang bermakna bagi anak-anak. Pengalaman dalam kegiatan pengembangan terintegrasi ini akan mendukung gaya belajar individu dan kecerdasan jamak. (Gardner, 2000; Campbell, et al., 1996). Mengapa kurikulum terintregasi sangat bermakna bagi anak? Hal ini di karenakan kurikulum terintegrasi akan membantu anak membangun hubungan yang berarti ketika diberikan sejumlah informasi.
Kurikulum terintegrasi akan menciptakan keseimbangan antara standar yang diharapkan dengan praktek yang sesuai dengan perkembangan (park, Neyhart-princhett & Reguero do Atiles, 2003) dalam Gestwiki, 2007). Menurut Gestwiki (2007), aktivitas pengembangan yang dikembangkan dalam kurikulum terintegrasi akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Kurikulum terintegrasi memberikan hubungan atau keterkaitan antara pengalaman anak dengan pengetahuan optimal yang dibangunnya.
2. Pemisahan terhadap area kurikulum dari satu subjek dengan subjek lainnya tidak akan membantu anak memahami bagaimana mengaplikasikan pengetahuan melalui cara yang relevan.
3. Kurikulum terintegrasi memberikan kesempatan pada anak untuk belajar melalui aktivitas dalam rentang waktu yang lebih luas.
4. Waktu dan kesempatan anak untuk mengaitkan apa yang dipelajari dengan sejumlah aktivitas yang berulang.
5. Motivasi internal dalam belajar akan membuat anak lebih terlibat sepanjang waktu terhadap proyek dan aktivitas yang memancing menatnya.
Adapun factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan pengembangan terintegrasi adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan batasan istilah yang umum
2. Sumber daya yang memungkinkan
3. Fleksibel dalam jadwal
4. Dukungan pelayanan
Selanjutnya terdapat beberapa komponen penting dalam kegiatan pengembangan terintegrasi, yaitu sebagai berikut:
1. Kemampuan dan proses inti, mencakup ketrampilan dasar, seperti membaca, berhitung, kecakapan social, dan pemecahan masalah.
2. Urutan kurikulum dan tema
3. Tema utama
4. Pertanyaan untuk tema
5. Unit perkembangan
6. Evaluasi yang digunakan
Bagaimana kurikulum terintegrasi dalam mengembangkan kemampuan dasar dan perilaku anak usia 3-4 tahun?
1. Tema
Tema yang dipilih dapat berupa:
a. Tema yang sangat menarik minat anak pada prakteknya.
b. Tema yang berhubungan dengan komunitas disekitar.
c. Tema besar yang dapat dibagi lagi
2. Perencanaan Bersama
Perencanaan dalam kurikulum terintegrasi akan melibatkan pendidik dengan anak-anak. Anak juga didukung untuk membuat keputusan dan pilihannya sendiri tentang pekerjaan yang dilakukan dengan sesekali mendapatkan bimbingan.
3. Kolaborasi dalam kelompok kecil
Dalam kurikulum terintegrasi, pendidik akan mencptakan situasi yang memungkan anak bekerja sama dalam kelompok kecil.
4. Pendidik sebagai fasilitator
Berikut beberapa peran yang diemban oleh pendidik sebagai fasilitator:
a. Menyiapkan lebih awal, memilih tema, serta mengumpulkan peralatan dan sumber daya untuk aktivitas di dalam kelas
b. Menyiapkan anak-anak untuk bekerja dalam kelompok
c. Bertugas sebagai sumber belajar bagi anak
B. PENDIDIKAN HOLISTIK
Holistic berasal dari kata whole yang berarti menyeluruh. Pendidikan holistic merupakan suatu bentuk pendidikan yang bertujuan untuk membangun seluruh dimensi manusia, yaitu untuk membangun dimensi social, emosional, motorik, akademik, spiritual, dan kognitif sehingga membentuk insane kamil. Pendidikan holistic mulai dekembangkan dan semakin diperhatikan pada tahun 2000.
Dalam kesepakatan education 2000: A Holistic Perpective disimpulkan bahwa tujuan pendidika holistic adalah:
1. Mengajarkan anak dengan kesadaran penuh bahwa setiap aspek dalam kehidupan saling terkait.
2. Mendidik seluruh aspek perkembangan anak
3. Menghargai bahwa setiap manusiamempunyai kelebihan masing-maisng sehingga tidak dapat disamakan.

KEGIATAN BELAJAR II
METODOLOGI YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN DAN PENGGUNAAN MULTIMETODE DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN
A. METODOLOGI YANG SESUAI PERKEMBANGAN
Metodologi yang sesuai dengan perkembangan atau lebih dikenal dengan istilah developmentally Appropriate Practices (DAP) merupakan metodologi yang dilandasi pada pemikiran mengenai perkembangan anak. Oleh karena itu, Hyson (2007) mencoba membenarkan beberapa kesalahpahaman mengenai DAP sebagai berikut.
1. DAP bukan merupakan kurikulum
2. DAP tidak menyatakan bahwa semua anak usia 2 tahun 9sebagai contoh) sama.
3. DAP tidak hanya memberikan satu cara pengajaran, tetapi DAP, meliputi beberapa cara dalam pengajaran
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh pendidik yang sesuai dengan konsep DAP adalah sebagai berikut:
1. Pertimbangan Dalam Pengembangan Kemampuan Dasar bagi Anak Usia 3-4 tahun
2. Pengembangan motorik/fisik
Karakteristik lingkungan yang mendukung perkembangan fisik dan motorik untuk anak usia 3-4 tahun adalah ketika kita sebagai pendidik :
1. Menyadari bahwa ketrampilan motorik kasar berkembang terlebih dahulu
2. Menyediakan cukup kesempatan bagi anak untuk praktek
3. Mengenali persistensi anak dalam suatu tugas yang spesifik
4. Menyeiakan lingkungan yang menantang, tetapi aman
5. Pengembangan Bahasa
6. Karakteristik pendidik yang mampu menyiapkan lingkungan
7. Kemampuan Intelektual/Kognitif
Seorang pendidik dikatakan telah menyiapkan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak usia 3-4 tahun ketika dia:
1. Menyemangati permainan anak-anak
2. Memahami bahwa anak membangun pengetahuan mereka sendiri
3. Mendiskusikan cara-cara mengelempokkan/memiliki sesuatu
4. Pertimbangan dalam Pengembangan Perilaku Anak Usia 3-4 tahun
5. Menyediakan kesempatan bagi anak untuk menerima perspektif orang lain
6. Mendukung interaksi antara anak dengan teman dan orang dewasa
7. Memahami elemen social dalam permainan
B. PENGGUNAAN MULTIMETODE
Metode apa saja yang dapat digunakan untuk mengemangkan perilaku dan kemampuan dasa anak usia 3-4 tahun? Berikut ini merupakan metode metode yang dapat anda pilih:
1. Metode bercakap-cakap
Metode bercakap-cakap ini menurut moueslichatoen (2004) sangat bermanfat bagi anak antara lain:
a. Meningkatkan keberanian anak untuk mnegaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresid; menyatakan pendapat, menyatakan perasaan, menyatakan keinginan, dan kebutuhan secara lisan.
b. Meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh anak sendiri dan anak lain
c. Menambah informasi baru yang diperoleh
2. Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab diekspresikan dengan suatu proses kegiatan pengembanagn yang dicirikan dengan terjadinya proses pertukaran komunikasi yang vberorientasi pada merayakan dan menjawab pertanyaana yang diberikan.
3. Metode bercerita
Metode bercerita merupakan metodse kegiatan pengembangan yang ditandai dengan pendidik memberikan pengalaman belajar kepada anak melalui pembacaan cerita secara lisan.
4. Metode pemberian tugas
Tugas merupakan salah satu tanggung jawab yang harus diselesakan oleh anak.
Kelebihan metode pemberian tugan adalah:
a. Member kesempatan kepada anak untuk belajar lebih banyak
b. Memupuk rasa tanggung jawab
c. Memperkuat motivasi belajar
5. Metode karya wisata
Metode karyawisata sering diidentikkan dengan kegiatan drama wisata/rekreasi yang hanya dilaksanakan di akhir tahun kegiatan pengembangan.


6. Metode demonstrasi
Salah satu metode kegiatan pengembangan yang sering digunakan secara bervariasi dengan kegiatan memberikan ceramah kepada anak adalah metode demonstrasi.
7. Metode sosiodrama
Drama merupakan cara memerankan kejadian yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari oleh sang pemeran. Bagi anak kegiatan bermain drama terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
a. Kegiatan bermain drama yang mencakup bermain peran, mendalang dan bermain fantasi.
b. Bermain sosiodrama yang merupakan kegiatan bermain drama dengan menambahkan komponen ineraksi dosial.
8. Metode bermain peran
9. Metode eksperimen
Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran yang ditandai dengan kegiatan mencoba mengerjakan sesuatu, mengamati dan melaporkan proses percobaan tersebut.
10. Metode proyek
Yaitu suatu metode yang dilakukan melalui penyelidikan dalam waktu yang lama., kegiatan yang bersifat konstrktif dan berpusat pada bermain. Metode proyek mencakup langkah-langkah (a) persiapan, (b) pelaksanaan proyek, (c) pengambilan kesimpulan.


MODUL 5
PENGEMBANGAN PERILAKU SERTA KEMAMPUAN DASAR DAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
KEGIATAN BELAJAR I
HAKIKAT METODE BERCERITA
A. PENGERTIAN METODE BERCERITA
Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau sebuah dongeng belaka, yang bias dilakukan secara lisan atau tertulis. Cerita yang akan disajikan untuk anak usia 3-4 tahun tentu saja harus sesuai dengan dunia kehidupan mereka. Cara penuturanpun harus menarik sehingga perhatian anak akan terfokus pada tuturan cerita yang kita sampaikan. Kemampuan tersebut tidak akan timbul dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses stimulasi. Salah satunya dengan cara membiasakan anak untuk mendenarkan tuturan cerita atau kejadian yang berisi informasi atau pesan yang dapat dilakukan oleh guru disekolah/ oleh orang tua di rumah.
B. TUJUAN METODE BERCERITA
Adapun tujuan dari metode bercerita adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan kemampuan berbahasa
2. Mengemabngkan kemampuan berpikirnya
3. Menanamkan pesan-pesan moral
4. Mengembangkan kepekaan social emosi
5. Melatih daya ingat
6. Mengembangkan potensi kreatif
C. BENTUK-BENTUK METODE BERCERITA
Metode becerita memiliki bentuk-bentuk yang menarik yang dapat disajikan pada anak usia 3-4 tahun. Bentuk-bentuk metode bercerita terbagi dua jenis, yaitu (1) bercerita tanpa alat peraga dan (2) bercerita dengan alat peraga
1. Bercerita tanpa alat peraga
Bercerita tanpa alat peraga dapat diartikan sebagai kegiatan bercerita yang dilakukan oleh guru atau orang tua tanpa menggunakan media atau alat peraga yang bias diperlihatkan kepada anak. Dengan demikian, kekuatan dari metode bercerita tanpa alat peraga ini terletak pada kepiawian guru/ orang tua dalam menuturkannya. Bercerita tanpa alat peraga ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyampaikan isi cerita. Kelebihannya adalah dapat:
a. melatih anak untuk memfokuskan perhatian (konsentrasi)
b. melatih anak untuk menjadi pendengar yang baik
c. mengembangkan fantasi anak terhadap hal yang tidak nyata
kekurangannya adalah sebagai berikut:
a. guru atau orang tua terkadang enggan untuk berekspresi dengan sebaik-baiknya karena rasa malu sehingga mempengaruhi fantasi anak
b. terkadang anak merasa jenuh untuk duduk sejenak karena tidaj ada media
c. anak akan pasif menahan banyak hal yang ingin diketahui
2. Bercerita dengan alat peraga
a. Bercerita dengan mengunakan alat peraga langsung
Ada ketentuan yang harus kita perhatikan dalam melakukan kegiatan bercerita dengan menggunakan alat peraga langsung, yaitu;
1) Isi cerita sesuai dengan tahapan perkembangan anak
2) Menggunakan gaya bahasa yang digunkan anak
3) Alat peraga yang digunkan tidak membahayakan
b. Bercerita dengan menggunakan alat peraga tidak langsung
Berikut ini akan dipaparkan masing-masing bentuk bercerita dengan alat peraga tidak langsung sebagai berikut;
1) Bercerita dengan menggunakan gambar
Hal-hal yang hendaknya diperhatikan ketika akan bercerita dengan menggunakan gambar tunggal, yaitu:
• Gambar bias dibuat di atas karton putih ukuran 90x60cm
• Gambar memuat tentang aksi si tokoh cerita
• Gambar dibuat dengan menyesuaikan dengan tahapan perkembangan anak
• Pembirian warna dan proporsi bentuk dibuat yang menarik
2) Bercerita dengan menggunakan buku cerita
Menurut Tampubolon (1991:50) “ baik sekali jika cerita diambil dari buku cerita anak-anak”.
3) Bercerita dengan menggunakan papan fanel
Agar kita dapat mempraktekkan kegiatan bercerita dengan menggunakan papan flannel dengan baik kepada anak-anak, hendaknya kitamemperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini:
• Ukuran gambar janganlah terlalu keci
• Gambar diwarnai
• Buatlah naskah cerita untuk memudahkan kita menuturkannya
Langkah-langkah dalam pelaksanaan metode bercerita dengan menggunakan papan fanel adalah;
• siapkan papan fanel
• Susunlah urutan penempelannya sesuai dengan alur cerita
• Atur posisi anak yang memberikan kenyamanan
4) Bercerita dengan menggunakan boneka
Ketentuan dalam melaksanakan kegiatan bercerita yaitu;
• Hendaknya kita hafal isi cerita
• Menggunakan scenario cerita
• Latihlah suara kita agar memiliki beragam karakter
Langkah pelaksanaan kegiatan bercerita yaitu;
• Siapkan segala perlengkapan yang akan digunakan
• Atur posisi duduk
• Ketika cerita selesai kita bias mengajukan pertanyaan
• Menyimpulkan isi cerita
5) Bercerita dengan menggunakan OHP dan plastik transparansi
Ketentuan yang harus kita perhatikan dalam melaksanakan kegiatan bercerita menggunkan OHP yaitu;
• Pehatikan isi cerita dan alurnya
• Buatlah sketsa gambar
• Berilah nomor pada plastic tranparansi
Langkah-langkahnya;
• Siapkan media OHP dan plastic transparansi
• Atur posisi anak
• Membacakan judul ceritanya
• Akhiri cerita dengan meminta anak untuk menceritakan kembali isi cerita

KEGIATAN BELAJAR II
TEKNIK PENGEMBANGAN PERILAKU DAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
A. PENGEMBANGAN FISIK ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan aspek fisik anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Mengenal tubuh
2. Mengenal gerakan yang bias dilakukan tubuh
3. Melatih koordinasi jari-jari tangan
B. PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan kognitif fisik anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Melakukan pengamatan secara mendetail
2. Membuat pengelompokkan
3. Membuat urutan
4. Melakukan perbandingan
5. Melakukan penghitungan
6. Mengenal posisi
7. Mengidentifikasi sesuatu dan hubungan sebab akibat
8. Memecahkan masalah sederhana
C. PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan aspek bahasa anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Mendengar/menyimak
2. Berbicara/bercakap-cakap
3. Menambah kosa kata
4. Berlatih kemampuan pra-membaca
5. Berlatih kemampuan pra-menulis
D. PENGEMBANGAN SENI ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan aspek seni anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Mendengarkan music
2. Bermain music
3. Menggambar
4. Menyanyi
5. Olah gerak tubuh
E. PENGEMBANGAN MORAL DAN AGAMA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan aspek moral dan agama anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Meniru melakukan gerakan beribadah
2. Berdoa
3. Mengenal Tuhan dan ciptannya
4. Berbuat baik kepada sesama makhlup Tuhan
F. PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Untuk mengembangkan aspek emosional anak usia 3-4 tahun dengan metode bercerita dapat dilakukan antara lain dengan teknik-teknik sebagai berikut;
1. Membuat kesepakatan bersama
2. Berbagi/member
3. Saling membantu teman
4. Member bingkisan/sumbangan
KEGIATAN BELAJAR III
IMPLIKASI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR DAN PERILAKU ANAK
A. USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
Pada kegiatan belajar 3 ini kita akan lanjutkan pembahasan tentang implikasi pengembangan kemampuan dasar dan perilaku anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita
1. Contoh penerapan pengembangan fisik anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita
2. Contoh penerapan kognitif anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita
3. Contoh penerapan pengemabngan bahasa anak uia 3-4 tahun melalui metode bercerita
4. Contoh penerapan pengembangan seni usia 3-4 tahun melalui metode cerita
5. Contoh penerapan pengembangan moral dan nilai agama anak usia 3-4 tahun mealui bercerita
6. Contoh penerapan pengembangan social emosional anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita
KEGIATAN BELAJAR IV
UMPAN BALIK SERTA PENILAIAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR DAN PERILAKU ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA
A. PENGAMATAN (OBSERVASI)
Format observasi dapat berupa check list, skala sikap, dan catatan anekdot
1. Daftar isian (check list)
2. Skala sikap
3. Catatan anekdot
B. UNJUK KERJA (PERFORMANCE)
Merupakan suatu bentuk penilaian yang mengahrapkan anak untuk menunjukkan suatu ampilan yang berupa perbuatan unuk ketramplan, dan sejneisnya. Setelah kegiatan bercerita elesei, anak dapat kita ajak untukmemperagakan ucapan, gerakan, dan perilaku tokoh cerita.
C. HASIL KARYA (PRODUCT)
Merupakan suatu bentuk penilaian yang mengahrapkan anak untuk mengahasilkan sebuah karya setelah melakukan suatu kegiatan. Misalnya, anak kita minta membuat gambar, mewarnai gambar, menggunting, merekat dan menempel guntingan gambar cerita setelah mendengar cerita dan membuat prakarya berupa kostum untuk boneka.
Hasil-hasil karya tersebut dapat dikumpulkan untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan kemampuan anak dalam portofolio.

sumber : http://iznanew.blogspot.com/2011/09/metode-pengembangan-perilaku-dan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar